Label

Sabtu, 30 Juni 2012

SEJARAH YAKUZA

bicara soal jepang kurang afdol kalo kita ga ngebahas tentang yakuza.
yakuza itu apa ?, kita baca aja. check this out :) (sumber: wikipedia)



Yakuza dari bahasa Jepang: (やくざ atau ヤクザ) atau gokudō (極道) adalah nama dari sindikat terorganisir di Jepang. Organisasi ini sering juga disebut mafia Jepang, karena ada kesamaan dengan bentuk organisasi yang asalnya dari Italia tersebut.

Sejarah Yakuza

Sejarah panjang Yakuza dimulai kira-kira pada tahun 1612, saat Shogun Tokugawa berkuasa dan menyingkirkan shogun Kasai sebelumnya. Pergantian ini mengakibatkan kira-kira 500.000 orang samurai yang sebelumnya disebut hatomo-yakko (pelayan shogun) menjadi kehilangan tuan, atau disebut sebagai kaum ronin.
Shogun Kasai adalah salah satu Marga terbesar di Jepang dan sangat berpengaruh Hingga Saat Ini
Seperti kata pepatah : orang yang hanya punya martil cenderung melihat segala sesuatu bisa beres dengan dimartil, demikian juga dengan kaum ronin ini. Banyak dari mereka menjadi penjahat dan centeng. Mereka disebut sebagai kabuki-mono atau samurai nyentrik urakan yang ke mana-mana membawa pedang. Mereka berbicara satu sama lain dalam bahasa slang dan kode rahasia. Terdapat kesetiaan tinggi di antara sesama ronin sehingga kelompok ini sulit dibasmi.
Untuk melindungi kota dari para kabuki-mono, banyak kota-kota kecil di Jepang membentuk machi-yokko (satuan tugas (satgas) desa). Satgas ini terdiri dari para pedagang, pegawai, dan orang biasa yang mau menyumbangkan tenaganya untuk menghadapi kaum kabuki-mono. Walaupun mereka kurang terlatih dan jumlahnya sedikit, tetapi ternyata para anggota machi-yokko ini sanggup menjaga daerah mereka dari serangan para kabuki-mono. Di kalangan rakyat Jepang abad ke-17, kaum machi-yokko ini dianggap seperti pahlawan.
Masalah jadi rumit, karena setelah berhasil menggulingkan para ronin, para anggota machi-yokko ini malah meninggalkan profesi awal mereka dan memilih jadi preman. Hal ini diperparah lagi dengan turut campurnya Shogun dalam memelihara para machi-yokko ini. Ada dua kelas profesi para machi-yokko, yaitu kaum Bakuto (penjudi) dan Tekiya (pedagang). Namanya saja kaum pedagang tetapi pada kenyataannya, kaum Tekiya ini suka menipu dan memeras sesama pedagang. Walau begitu, kaum ini punya sistem kekerabatan yang kuat. Ada hubungan kuat antara Oyabun (Bos (bapak)) dan Kobun (bawahan (anak)), serta Senpai-Kohai (Senior-Junior) yang kemudian menjadi kental di organisasi Yakuza.

Penjudi

Kaum Bakuto (penjudi), punya sejarah yang unik. Awalnya mereka disewa oleh Shogun untuk berjudi melawan para pegawai konstruksi dan irigasi. Tindakan ini dilakukan agar gaji para pegawai konstruksi dan irigasi habis di meja judi dan tenaga mereka bisa disewa dengan harga murah.
Jenis judi yang biasa dilakukan adalah menggunakan kartu Hanafuda dengan sistem permainan mirip Black Jack. Tiga kartu dibagikan dan bila angka kartu dijumlahkan, maka angka terakhir menunjukkan siapa pemenang, di antara sekian banyak kartu sial kartu berjumlah 20 adalah yang paling sering disumpahi orang, karena berakhiran nol. Salah satu konfigurasi kartu ini adalah kartu dengan nilai (8-9-3) yang dalam bahasa Jepang menjadi Ya-Ku-Za yang kemudian menjadi nama asal Yakuza.
Dari kaum Bakuto ini juga muncul tradisi menandai diri dengan tato disekujur badan (disebut irezumi) dan yubitsume (potong jari) sebagai bentuk penyesalan ataupun sebagai hukuman. Awalnya hukuman ini bersifat simbolik, karena ruas atas jari kelingking yang dipotong membuat pemilik tangan menjadi lebih sulit memegang pedang dengan mantap. Hal ini menjadi simbol ketaatan terhadap pimpinan.

Yakuza modern

Berkas:Yakuza.jpg
Yakuza menjadi topik yang menarik untuk diangkat menjadi sebuah kisah film dan permainan video.
Waktu pun berlalu, kaum Bakuto dan Tekiya menjadi satu identitas sebagai Yakuza. Kaum yang asalnya bertugas melindungi masyarakat – menjadi ditakuti masyarakat. Para pimpinan Jepang memanfaatkan hal ini untuk mengendalikan masyarakat dan menggerakkan nasionalisme. Yakuza ikut direkrut oleh pemerintah Jepang dalam aksi pendudukan di Manchuria dan Cina oleh Jepang tahun 1930-an. Para Yakuza dikirim ke daerah tersebut untuk merebut tanah, dan memperoleh hak monopoli sebagai imbalan.
Peruntungan kaum Yakuza berubah setelah Jepang menyerang Pearl Harbor. Militer mengambil alih kendali dari tangan Yakuza. Para anggota Yakuza akhirnya harus memilih apakah bergabung dalam birokrasi pemerintah, jadi tentara atau masuk penjara. Dapat dikatakan pamor Yakuza menjadi tenggelam.
Setelah Jepang menyerah, para anggota Yakuza kembali ke masyarakat. Muncul satu orang yang berhasil mempersatukan seluruh organisasi Yakuza. Orang itu adalah Yoshio Kodame, seorang eks militer dengan pangkat terakhir Admiral Muda (yang dicapainya di usia 34 tahun). Yoshio Kodame berhasil mempersatukan dua fraksi besar Yakuza, yaitu Yamaguchi-gumi yang dipimpin Kazuo Taoka, dan Tosei-kai yang dipimpin Hisayuki Machii. Yakuza pun bertambah besar keanggotaannya terutama di periode 1958-1963 saat organisasi Yakuza diperkirakan memiliki anggota 184.000 orang atau lebih banyak daripada anggota tentara angkatan darat Jepang saat itu. Yoshio Kodame dinobatkan sebagai godfather-nya Yakuza.

Ekstasi, pachinko dan perdagangan senjata

Di masa kini, keanggotaan Yakuza diperkirakan telah menurun tajam, tetapi bukan berarti tidak berbahaya. Tulang punggung bisnis ilegal mereka adalah pachinko, perdagangan ampethamine (termasuk ice dan ekstasi), prostitusi, pornografi, pemerasan, hingga penyelundupan senjata.
Di era 1980-an, Yakuza mengembangkan sayap mereka hingga ke Amerika Serikat, dan ikut masuk dalam bisnis legal untuk mencuci uang mereka. Dalam operasinya, Yakuza membeli aset di Amerika dan salah satu yang pernah mencuat ke permukaan adalah keterlibatan Prescott Bush, saudara dari presiden George H.W. Bush dan paman dari Presiden George W. Bush, dalam transaksi penjualan perusahaan Aset Management International Financing & Settlements di awal 1990an.
Berdasarkan perkiraan kasar dari sumber majalah Far Eastern Economic Review edisi 17 Januari 2002, Yakuza diperkirakan telah menanamkan uang hingga 50 milyar dolar dalam investasi saham dan perusahaan di Amerika Serikat. Bandingkan dengan cadangan devisa Indonesia yang 36 milyar dolar.
Di dalam negeri, Yakuza juga ditengarai turut berperan dalam anjloknya ekonomi Jepang selama 10 tahun terakhir. Sebagai akibat amblasnya bisnis properti dan macetnya kredit bank di Jepang pasca 1990, banyak debitor yang menyewa anggota Yakuza agar agunan mereka tidak disita oleh bank. Selain itu, banyak perusahaan yang memperoleh pinjaman bank pada dasarnya adalah sebuah kigyo shatei, perusahaan boneka miliki Yakuza. Perusahaan milik Yakuza ini diperkirakan memperoleh kredit antara 300-400 milyar dolar, dan sebagian dari jumlah itu dialirkan ke induk organisasi Yakuza. Menghadapi hal seperti ini, bank Jepang jelas tidak bisa berkutik.
Di sisi lain, anggota Yakuza juga kerap membeli aset properti dengan harga miring dari perusahaan yang butuh uang tunai untuk dijual kembali dengan harga tinggi apapun itu mulai dari apartemen, perkantoran hingga rumah sakit. Bila sebuah bangunan telah dibeli oleh Yakuza, tidak ada yang berani jadi tetangga mereka dan alhasil harga properti langsung jatuh, dan segera naik segera setelah Yakuza menjualnya.
Selain beroperasi secara di level bawah, Yakuza juga menggurita di kalangan politisi Jepang. Beberapa praktik suap telah terbongkar termasuk dalam program tender proyek umum senilai trilyunan yen. Program rekapitalisasi perbankan Jepang yang berlarut-larut tidak kunjung selesai diperparah oleh keterlibatan Yakuza yang sangat berkepentingan dalam bisnis properti dan kredit perbankan. Saat ini perbankan Jepang masih menanggung beban kredit macet sebesar kira-kira 1,2 triliun dolar dan membuat ekonomi tidak bertumbuh selama 10 tahun terakhir.




LIRIK HITOMI NO JYUUNIN + TRANSLATE


Hitomi no Jyuunin_ L’Arc~en~Ciel

Kazoekirenai demo sukoshi no saigetsu wa nagare
(tak terhitung, tapi ini terasa mengalir sekejap)
Ittai kimi no kotto wo dore kurai wakatteru no ka na? (sebenarnya seberapa banyak aku mengerti tentangmu?)
Yubisaki de chizu tadoru no you ni wa umaku ikanai ne
(mengikuti peta dengan ujung jari, ini takkan membawa kita kemana pun)
Kizuiteiru yo fuan sou na kao kakushiteru kurai (aku menyadari bagaimana itu sangat sulit di wajahmu, kamu sangat berusaha untuk menyembunyikannya)
Isogiashi no ashita e to teikou suru you ni (menuju hari esok yang tergesa-gesa, seolah-olah menentang keputusanku)
Kakemawatteite mo fushigi na kurai
(ini sangat aneh, bagaikan aku berlari dalam sebuah lingkaran )
Kono mune wa kimi wo egaku yo (hatiku ini tetap menggambarkan dirimu)

Migereba kagayaki wa iroasezu afureteita (jika aku mengadah ke atas, pancaran telah meluap ke langit)
Donna toki mo terashiteru ano taiyou no you ni nareta nara (dalam waktu yang bagaimanapun bersinarlah seperti matahari itu, tanpa kehilangan kilap sedikitpun)

Mou sukoshi dake kimi no nioi ni… dakareteitai na
(walaupun hanya sebentar lagi, di dalam harummu... aku ingin terus dirangkul)
Soto no kuuki ni kubiwa o hikare boku wa se wo muketa (udara di luar menarik kerah bajuku, namun aku memunggunginya)
Shiroku nijinda tameiki ni shirasareru toki wo (helaan nafas panjangku memburan di udara yg putih, memberitahuku dari sebuah waktu)
Kurikaeshinagara Futo omou no sa… (berulang berlalu melewati itu, memikirkan apa yang terjadi pada diriku)
Naze boku wa koko ni irun darou? (aku bertanya-tanya mengapa aku berada di sini?)

Soba ni ite zutto kimi no egao wo mitsumeteitai
(teruslah berada di sisiku, aku ingin menatap senyumanmu selamanya)
Utsuriyuku shunkan wo sono hitomi ni sundeitai (aku ingin hidup untuk menggantikan setiap kenangan di matamu)

Dokomademo odayaka ni shikisai ni irodorareta
(hingga kapanpun jusga, dalam satu kejadian selamanya memberikan warna yang lembut)
Hitotsu no fuukeiga no naka yorisou you ni (untuk sesuatu yang membawa kita lebih dekat)

Toki wo tomete hoshii eien ni (aku ingin menghentikan waktu, berada di keabadian)

Soba ni ite zutto kimi no egao wo mitsumeteitai
(teruslah berada di sisiku, aku ingin menatap senyumanmu selamanya)
Utsuriyuku shunkan wo sono hitomi ni sundeitai
(aku ingin hidup untuk menggantikan setiap kenangan di matamu)
Itsunohi ka azayaka na kisetsu e to tsuredasetara
(jika suatu hari aku bisa membawamu ke musim yg tenang)
Yuki no you ni sora ni saku hana no moto e… (bagaikan kepingan salju, menuju asal bunga yang mekar di langit)

hana no moto e… (menuju asal bunga itu)

LIRIK ANATA - L'ARC~EN~CIEL (TRANSLATE INDO)

ANATA-L’Arc~en~Ciel

nemurenakute mado no tsuki o miageta... (tak bisa tidur dan menatap bulan di jendela)
omoeba ano hi kara (karena jika aku memikirkan hari-hari itu)
sora e tsuzuku kaidan o hitotsu zutsu (menuju tangga yang bersambung ke  langit itu )
aruite kitandane (aku berjalan selangkah demi selangkah)
nani mo naisa donna ni miwatashite mo tashikana mono nante
(tanpa ada apa sesuatu yang berharga bagaimanapun aku menjalaninya)
dakedo ureshii toki ya kanashii toki ni (tapi di waktu senang maupun sedih)
anata ga soba ni iru (kau ada di sisisku)

chizu sae nai kurai umi ni ukande iru fune o
(mengapung di laut yang gelap diatas perahu tanpa peta)
ashita e toterashi tsuzuketeru ano hoshi no you ni (menuju hari esok untuk bersinar seperti bintang itu)

mune ni itsu no hi mi mo kagayaku (disuatu hari hatiku juga akan bersinar)
anata ga iru kara (karena kau ada bersamaku)
namida kare hatetemo taisetsu na
(bahkan ketika airmataku mengering, begitu berharga)
anata ga iru kara
(karena keu berada di sisiku)

arashi no yoru ga machi uketemo
(bahkan ketika badai di malam hari)
taiyoo ga kuzurete mo ii sa (bahkan ketika matahari runtuh, akan baik-baik saja)

modokashisa ni jama o sarete
(bahkan di ketidaksabaran)
umaku ienai kedo
(bahkan aku tak bisa berbicara dengan baik)
tatoe owari ga nai (misalkan tidak akhir)
toshite mo aruite yukeru yo
(aku akan tetap berjalan)

mune ni itsu no hi mi mo kagayaku
(disuatu hari hatiku juga akan bersinar)
anata ga iru kara (karena kau ada bersamaku)
namida kare hatetemo taisetsu na
(bahkan ketika airmataku mengering, begitu berharga)
anata ga iru kara (karena kau berada di sisiku)

to your heart
to your heart
to your heart I need your love and care

Jumat, 29 Juni 2012

BIOGRAFI YUKIHIRO


Biografi Yukihiro


Yukihiro Awaji (
淡路 幸宏 Awaji Yukihiro) atau biasa disebut Yuki Sensei ( Sensei = sebutan guru dalam bahasa jepang) karena paling pandai. lahir di chiba dekat tokyo jepang 24 November 1968...
ayahnya adalah seorang pegawai negeri,, ibunya adalah pengrajin kimono...
yuki hidup sperti anak jepang lainnya,, dia sekolah sampai tingkat UNIVERSITAS (The Chiba University of Commerce)...
yuki sangat menyukai musik,, terutama musik jepang dan musik Amerika...
dia mulai menyukai drum sejak duduk di bangku SMP...

ketika yuki menjalani bangku kuliah,, dia mulai bergabung dengan grup band Zi:Kill...
band Zi:Kill menandatangani kontrak dengan Extasy Records pada tahun1989 kemudian mengeluarkan album di luar jepang....
namun tidak bertahan lama,, yuki akhirnya resmi keluar dan membentuk band baru bersama gitaris Shin Murohime 1991 yg di beri nama Die In Cries dan mengeluarkan album pertamanya yg diberi nama Nothing to Revolution tahun 1991...
band yg beraliran Heavy Metal ini sukses dan meraih tingkat yang cukup menguntungkan di Nippon Budokan pada tahun 1994...
namun kesuksesan ini tidak bertahan lama... pada tahun 1995 setelah mengeluarkan album yang berjudul SEED mereka menyatakan rehat... dan yuki menjadi pemain auditional player di beberapa band, namun tidak beberapa lama Die in Cries menyatakan bubar....
hingga akhirnya ketika pemimpin L'Arc~en~Ciel Tetsu sedang mencari drumer pengganti Sakura yang mengundurkan diri karena di tangkap oleh Polisi karena terbukti menggunakan Narkoba, bertemu dengan yukihiro di salah satu acara....
ketika itu tetsu mengagumi permainan yukihiro ketika menjadi auditional player di salah satu band...
akhirnya mereka saling kontak dan menjadi teman baik akhirnya yukihiro di ajak gabung dan menjadi auditional player di Laruku dan membawakan lagu NIJI....
namun pada tahun 1998 Yukihiro resmi bergabung dengan L'Arc~en~Ciel dan album pertama resminya adalah Winter Fall...
banyak penggemar Laruku yang merasa keberatan Yukihiro menjadi drumer tetap...
mereka menganggap yukihiro tidak cocok dengan karakter lagu laruku...
namun tidak dapat dipungkiri bahwa yukihiro adalah pemain drum yang hebat dan mempunyai arti penting didalam musik laruku karena ide-idenya yang sangat cemerlang...
hingga saat ini yukihiro masih bergabung dan setia dalam band L'Arc~en~Ciel....

BIOGRAFI KEN

Nama Asli : Ken Kitamura
Tempat/Tgl Lahir : Osaka / 28 november 1968
Tinggi : 178 cm Berat: 56 Kg
Golongan Darah : AB
Peliharaan : ELIZABETH (kucing)
Warna favorit: Silver, Hitam
Binatang favorit: Lumba – lumba, Kucing
Makanan Favorit : simmered dishes, truffes & fois gras
Minuman favorit: JackDaniels
Pakaian Favorit: Jun, Y’s for men, Domon, Crazy Under Wear, 5351
Rokok Favorit: Marlboro Light menthol
Gaya Permainan : Rock
Group Band : L'Arc~en~Ciel (Laruku), Sons of All Pussys (S.O.A.P)
Pengaruh musikal : Jimi Hendrix, Led Zeppeline, Bow Wow
Gitar Yang Digunakan : Fernandes Stratocaster, Fender Stratocaster
Efek : DOD Love
DriverAmpli : Marshall


Ken merupakan salah satu gitaris terpopuler di Jepang. Maklum, ia merupakan personel dari band yang merajai musik Jepang selama beberapa tahun terakhir ini. Bersama Hyde (vocal), Tetsu (bass), dan Yukihiro (drum) mempopulerkan musik J-Rock (Japanese Rock) secara lebih meluas. Bahkan jika anda memasuki forum-forum musik yang mambahas musik Jepang bahkan Asia, bisa dijamin kalau topik yang membahas band L`Arc~en~Ciel (atau biasa disebut dengan sebutan Laruku), pasti menjadi yang terbanyak di reply.


Ken bergabung dengan Laruku pada tahun 1992 menggantikan Hiro yang hengkang. Padahal saat itu Ken tengah menjalani kuliah di jurusan arsitektur di Nagoya. Tapi karena paksaan dari Tetsu, akhirnya Ken meninggalkan kuliah dan menuju Osaka untuk bergabung. Hal tersebut bertentangan dengan keinginan keluarga yang menginginkan Ken menjadi seorang sarjana. Namun Ken yang punya cita-cita menjadi seorang gitaris rock band akhirnya memutuskan menjadi musisi profesional.


Sebelum bergabung dengan Laruku, semasa SMU Ken sempat memiliki band bernama Bystonewell. Setelah duduk di bangku kuliah, ia diajak oleh teman semasa kecilnya, Tetsu untuk bergabung dengan bandnya. Tahun 1992 terbentuklah L'Arc~en~Ciel. Mereka merilis album perdana berjudul Dune. Album ini tidak isimewa. Namun embrio karakter permainan Ken mulai terlihat. Lagu terbaik dari album ini berjudul Voices.


Pada masa-masa ini nama Laruku belum bisa dibandingkan dengan band Rock Jepang papan atas seperti X-Japan. Baru setelah tahun 1994, saat album Tierra yang memuat hits single Blurry Eyes direlease, nama Laruku makin melejit. Disini Ken menampilkan permainan gitar yang simpel namun cukup berisi.


Album-album berikutnya yang dirilis antara lain, Heavenly, True, Ark, Real, Ray, Smile, dll. Ia dan Laruku juga sempat merilis 2 buah proyek idealis dengan menamakan diri Dark~en~Ciel (yang merupakan versi dark dari L'Arc~en~Ciel) dan Punk~en~Ciel yang memainkan versi punk dari lagu-lagu Laruku. Namun di project Punk~en~Ciel ini Ken bermain sebagai drummer sementara posisi gitar diisi oleh Hyde sang vocalis.


Dilihat dari segi teknikal, sebenarnya tak ada yang terlalu istimewa dari Ken. Ia tidak menampilkan teknik-teknik seperti yang diperagakan gitaris-gitaris virtuoso. Namun ia mampu menempatkan diri pada setiap lagu dan bisa menakar proporsi ritem dan melodi yang sederhana namun enak dinikmati. Disitulah letak kekuatan Ken. Pada hits seperti Blurry Eyes, Flower, dan Driver High anda akan menemukan permainan gitar yang sederhana namun indah didengar.


Selain sebagai player, Ken juga mampu membuat lagu yang bagus. Lagu-lagu ciptaannya antara lain Fourth Avenue Cafe, As If in a Dream, Vivid Colors, Caress of Venus, dan lain-lain. Yang menarik ternyata salah satu lagu ciptaannya yang berjudul Winterfall, diciptakannya saat masih berusia 13 tahun.


Album studio Laruku di Indonesia dirilis pertamakali adalah album Smile yang ternyata memperoleh angka penjualan sebanyak 75.000 copy. Sebuah angka penjualan yang sangat fantastis mengingat nama Laruku tidak populer di media-media utama di Indonesia. Album berikutnya, Awake menyusul kesuksesan album Smile.


Saat ini di Indonesia sedang terjangkit wabah Laruku dan J-Rock musik. Berbagai band tumbuh dan berkembang dengan berkiblat pada jenis musik ini.


Ken juga punya side project selain Laruku. Ia menyebutnya S.O.A.P. (Sons of All Pussys). Salah satu hitsnya yang berjudul Grace, Ken menampilkan permainan gitar yang tidak terlalu jauh beda dengan Laruku. Namun dari segi sound ia menyajikan nuansa yang sedikit lebih alternative.

BIOGRAFI TETSU

Biografi Tetsu


Tetsuya Ogawa (lahir 3 Oktober 1969) adalah seorang pendiri, pemain bass, dan pemimpin grup musik terkenal Jepang, L’Arc~en~Ciel. Tetsu (semua huruf kecil) juga dikenal sebagai solo artis TETSU69 (semua huruf besar), angka 69 sendiri mencerminkan tahun kelahirannya. Namun sejak awal tahun 2007, seiring dengan rilis singel Can’t Stop Believing, nama TETSU69 berubah menjadi tetsu saja.


Tahun 2006, tetsu menjadi tamu tetap untuk band Creature Creature, sebuah band ciptaan vokalis legendaris band Jepang, Morrie dari band Dead End. Tetsu terkenal karena permainan bassnya yang tidak biasa, liar, dan cenderung rumit. Selain itu, tetsu juga dikenal sebagai artis yang dandanannya paling mencolok di antara anggota L’Arc~en~Ciel lainnya. Pada tahun 1999, dia sempat tenar dengan seri sepatu Bufallo, sebuah sepatu dengan sol setebal 15 cm. Sejak tahun 2003, dia lebih suka berdandan dengan menggunakan celana motif kotak-kotak dan kilt dengan motif yang sama.


Kehidupan Pribadi

Tak banyak yang dapat diketahui tentang kisah asmara japanese rockstar satu ini, kecuali dia pernah berhubungan lama dengan salah satu personil Every Little Thing. Tetsu dikenal sebagai seorang jenius dalam hal dekorasi ruang dan juga desain produk. Kebanyakan souvenir L’Arc~en~Ciel dan desain bass signaturenya berasal dari idenya.

Pada tanggal 17 november 2007, dikabarkan bahwa Tetsu menikah dengan seorang aktris Jepang bernama Sakai Ayana. Perbedaan umur yang cukup jauh ( tetsu-39 tahun ; sakai ayana-22tahun )tidak membuat mereka mengurungkan niatnya untk membentuk rumah tangga yang bahagia


Instrumen Musik

Tetsu dikenal sebagai pengguna fanatik bass merk Zon. Namun untuk kegiatan panggung dan Syuting video klip, dia dikontrak secara eksklusif oleh ESP, sebuah produsen alat musik Jepang.